Di tengah transformasi industri kendaraan niaga menuju elektrifikasi, PT Mobil Anak Bangsa (MAB) menunjukkan komitmennya melalui kehadiran MAB MT 8 NF. Truk listrik ini menjadi salah satu bukti inovasi karya anak bangsa yang dirancang untuk mendukung operasional logistik yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
Spesifikasi dan Performa
MAB MT 8 NF dibangun di atas rolling chassis yang dikembangkan khusus untuk kebutuhan truk listrik. Berikut adalah beberapa detail teknis yang menjadikannya pilihan menarik bagi sektor niaga:
- Kapasitas Beban: Sasis ini memiliki bobot kosong sekitar 4.000 kg dan dirancang untuk menahan beban maksimal hingga 8.000 kg (8 ton).
- Varian Operasional: Salah satu varian yang telah beroperasi di lapangan adalah Compactor Truck yang digunakan oleh Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta.
- Dimensi Varian Compactor: Memiliki panjang 6,12 meter dan lebar 2,1 meter, dengan kemampuan angkut limbah domestik hingga 6 meter kubik atau setara 2,1 ton.
Keunggulan Operasional (Opex)
Salah satu poin utama yang ditawarkan oleh MAB MT 8 NF adalah efisiensi biaya. MAB mengklaim bahwa penggunaan truk listrik ini mampu menekan biaya operasional (Operational Expenditure/Opex) hingga 75% dibandingkan dengan penggunaan truk bermesin diesel konvensional. Selain efisiensi bahan bakar, biaya perawatan truk listrik ini juga tergolong lebih rendah.
Jangkauan Penggunaan
MAB MT 8 NF tidak hanya ditujukan untuk sektor publik, tetapi juga mulai merambah ke berbagai sektor industri lainnya:
- Sektor Publik: Truk ini telah dipercaya untuk mendukung operasional di Ibu Kota Negara (IKN) serta kebutuhan armada pengangkut sampah di Jakarta.
- Sektor Pertambangan: MAB juga membidik industri pertambangan dengan menawarkan skema penyewaan (rental) kendaraan listrik, yang dinilai lebih efisien bagi pelaku industri dibandingkan skema pembelian langsung.
Kesimpulan
Dengan harga yang berada di kisaran Rp1,2 miliar off the road (untuk bentuk sasis kabin), MAB MT 8 NF menjadi alternatif yang menjanjikan bagi perusahaan yang ingin beralih ke armada ramah lingkungan. Melalui riset dan pengembangan mandiri yang disesuaikan dengan kondisi geografis Indonesia, MAB terus berupaya meningkatkan kapasitas produksi untuk mendukung ekosistem logistik hijau nasional.

























