JAKARTA – Mercedes-Benz Indonesia kembali memperkuat komitmennya dalam menghadirkan pengalaman terbaik bagi pelanggan melalui penyelenggaraan Mercedes-Benz Technician Skill Contest 2026. Ajang tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan meningkatkan kompetensi teknisi di jaringan dealer resmi, sekaligus memastikan layanan purnajual diberikan secara tepat, profesional, dan sesuai dengan standar Mercedes-Benz.
Kompetisi yang digelar pada 2026 ini diikuti oleh 64 peserta dari 14 dealer resmi Mercedes-Benz di Indonesia. Setelah melewati dua tahap seleksi secara online, sebanyak 16 teknisi terbaik berhasil lolos ke babak Grand Final yang berlangsung di Inchcape Indonesia Training Center.
Dalam babak final tersebut, para peserta berkompetisi dalam empat kategori keahlian, yakni Qualified Maintenance Technician, Qualified System Technician, Certified Diagnostic Technician, serta Body & Paint.
Penyelenggaraan kompetisi ini mengusung tema “One Team. One Star.” Tema tersebut menggambarkan semangat kolaborasi di seluruh jaringan dealer resmi Mercedes-Benz dalam menjaga kualitas layanan kepada pelanggan.
Di sisi lain, kompetisi juga menjadi wadah bagi para teknisi untuk menguji kemampuan, bertukar pengalaman, sekaligus mengembangkan keahlian mereka dalam menghadapi berbagai tantangan teknis yang muncul di lingkungan kerja.
Teknisi Jadi Ujung Tombak Layanan Purnajual

Mercedes-Benz menilai layanan purnajual atau aftersales memiliki peranan penting dalam membangun pengalaman pelanggan secara keseluruhan. Dalam proses tersebut, teknisi menjadi salah satu pihak yang memiliki peran langsung dalam memastikan kendaraan pelanggan mendapatkan penanganan yang sesuai.
CEO Mercedes-Benz Indonesia, Donald Rachmat, mengatakan service excellence merupakan bagian penting dari Best Customer Experience. Menurutnya, teknisi memiliki tanggung jawab besar dalam menangani kendaraan pelanggan, mulai dari proses perawatan hingga diagnosis dan perbaikan.
“Service excellence merupakan bagian penting dari Best Customer Experience secara keseluruhan. Para teknisi memiliki peran yang sangat penting dalam memastikan kendaraan pelanggan mendapatkan penanganan yang tepat, mulai dari perawatan hingga diagnosis dan perbaikan,” ujar Donald.
Melalui Technician Skill Contest, Mercedes-Benz tidak hanya memberikan apresiasi kepada teknisi yang memiliki kemampuan terbaik, tetapi juga mendorong mereka untuk terus meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan profesionalisme.
Hal tersebut menjadi semakin penting seiring dengan perkembangan teknologi kendaraan yang membuat proses diagnosis dan penanganan kendaraan membutuhkan kemampuan teknis yang semakin akurat.
Simulasi Menyerupai Kondisi Workshop
Berbeda dari kompetisi yang hanya mengandalkan pengujian teori, babak Grand Final Mercedes-Benz Technician Skill Contest 2026 dirancang untuk menguji kemampuan peserta melalui simulasi situasi yang dapat ditemui dalam pekerjaan sehari-hari di workshop.
Sebanyak 16 finalis harus menghadapi tantangan sesuai dengan kategori keahlian masing-masing. Penilaian tidak hanya berfokus pada hasil akhir pekerjaan, tetapi juga mencakup ketelitian, efisiensi, metode kerja, hingga kepatuhan terhadap prosedur keselamatan.
Dengan format tersebut, kemampuan teknisi diuji secara lebih menyeluruh. Peserta dituntut mampu bekerja secara sistematis sekaligus mengambil keputusan yang tepat ketika menghadapi persoalan teknis.
Salah satu tantangan terdapat pada kategori Body & Paint. Pada kategori ini, peserta harus menyelesaikan proses pengecatan panel pintu dalam waktu satu jam.
Meski dibatasi waktu, peserta tetap harus memastikan kualitas hasil akhir pekerjaan. Pemerataan warna serta ketepatan color matching menjadi bagian penting dalam proses penilaian.
Sementara itu, pada kategori teknisi lainnya, peserta dihadapkan pada berbagai permasalahan yang berkaitan dengan sistem kendaraan. Mereka harus mampu menemukan root cause atau akar masalah, kemudian menentukan langkah penanganan yang tepat.
Juri menilai proses pengerjaan secara langsung, termasuk bagaimana peserta menggunakan tools, menerapkan metode kerja, melakukan diagnosis, serta mengikuti prosedur keselamatan dan panduan resmi Mercedes-Benz.
Dengan metode pengujian tersebut, kompetisi tidak hanya mencari teknisi yang mampu menyelesaikan suatu masalah, tetapi juga mereka yang mampu menjalankan pekerjaan secara tepat dan sesuai prosedur.
Empat Teknisi Keluar sebagai Pemenang
Setelah melalui seluruh rangkaian kompetisi, Mercedes-Benz menetapkan satu pemenang dari masing-masing kategori.
Muhammad Ikhsan dari PT Citrakarya Pranata berhasil meraih posisi terbaik pada kategori Qualified Maintenance Technician. Sementara itu, kategori Qualified System Technician dimenangkan oleh Hasbila Hibatul dari PT Arista Jaya Abadi.
Pada kategori Certified Diagnostic Technician, penghargaan diberikan kepada Rizal Nur dari PT Suri Motor Indonesia. Adapun kategori Body & Paint berhasil dimenangkan oleh Suhardi, yang juga berasal dari PT Suri Motor Indonesia.
Keempat pemenang mendapatkan penghargaan sebagai bentuk apresiasi atas kemampuan dan pencapaian yang mereka tunjukkan selama kompetisi.
Namun, bagi Mercedes-Benz, nilai utama dari kegiatan tersebut tidak semata-mata terletak pada penentuan pemenang. Kompetisi juga diposisikan sebagai bagian dari pengembangan kemampuan teknisi secara berkelanjutan di jaringan dealer resmi Mercedes-Benz.
Melalui keikutsertaan dalam kompetisi, para teknisi memperoleh kesempatan untuk menguji kemampuan mereka dalam situasi yang menyerupai kondisi pekerjaan sebenarnya. Mereka juga dapat memperoleh pengalaman dalam menghadapi tantangan teknis sekaligus belajar dari peserta lainnya.
Head of Aftersales Mercedes-Benz Indonesia, Balian Prentolaharso, menyampaikan apresiasi kepada seluruh finalis yang telah menunjukkan kemampuan dan dedikasi hingga berhasil mencapai babak Grand Final.
“Seluruh finalis telah menunjukkan kemampuan dan dedikasi yang luar biasa untuk mencapai tahap Grand Final. Bagi kami, pencapaian mereka bukan hanya tentang siapa yang menjadi pemenang, tetapi juga tentang semangat untuk terus belajar dan berkembang,” kata Balian.

Dorong Standar Layanan yang Konsisten
Mercedes-Benz menilai teknisi merupakan bagian penting dalam mewujudkan service excellence. Karena itu, peningkatan kompetensi sumber daya manusia di jaringan dealer menjadi salah satu faktor yang berpengaruh terhadap konsistensi layanan kepada pelanggan.
Melalui tema “One Team. One Star.”, Mercedes-Benz Indonesia ingin memperkuat kolaborasi di seluruh jaringan dealer. Semangat tersebut tidak hanya ditujukan kepada para peserta kompetisi, tetapi juga mencerminkan upaya perusahaan untuk membangun standar pelayanan yang konsisten.
Kompetensi teknisi juga menjadi semakin penting karena kendaraan modern membawa teknologi dan sistem yang semakin kompleks. Kemampuan melakukan diagnosis secara akurat serta mengikuti prosedur yang tepat dibutuhkan untuk memastikan kendaraan mendapatkan penanganan sesuai standar.
Dalam konteks layanan purnajual, kualitas pekerjaan teknisi dapat menjadi bagian dari pengalaman pelanggan setelah membeli dan menggunakan kendaraan. Karena itu, investasi terhadap kemampuan teknisi menjadi salah satu upaya untuk menjaga kepercayaan pelanggan dalam jangka panjang.
Penyelenggaraan Mercedes-Benz Technician Skill Contest 2026 menunjukkan bahwa pengembangan kompetensi teknisi tidak hanya dilakukan melalui pelatihan, tetapi juga melalui kompetisi yang memberikan tantangan nyata dan terukur.
Ke depan, pengembangan kemampuan tersebut diharapkan dapat terus mendukung kualitas layanan Mercedes-Benz di berbagai jaringan dealer resmi di Indonesia. Dengan teknisi yang memiliki pengetahuan, keterampilan, serta profesionalisme yang baik, perusahaan berupaya memastikan pelanggan mendapatkan layanan yang sesuai dengan standar yang ditetapkan.
Mercedes-Benz sendiri telah memiliki sejarah panjang di Indonesia. Kehadiran kendaraan pertama, Benz Victoria Phaeton, tercatat sejak 1894, sementara perusahaan Mercedes-Benz didirikan di Indonesia pada 1970.
Saat ini, operasional Mercedes-Benz di Indonesia mencakup PT Inchcape Indomobil Distribution Indonesia (IIDI) dan PT Inchcape Indomobil Manufacturing Indonesia (IIMI). IIDI bertanggung jawab atas impor dan distribusi grosir kendaraan serta suku cadang Mercedes-Benz dan layanan pelanggan.
Sementara itu, IIMI melakukan perakitan sejumlah kendaraan penumpang Mercedes-Benz secara lokal di fasilitas produksi seluas 42 hektare di Wanaherang, Bogor, Jawa Barat.
Dengan terus mengembangkan kemampuan teknisi dan jaringan layanan purnajual, Mercedes-Benz Indonesia berupaya menjaga kualitas pengalaman pelanggan di berbagai titik layanan. Technician Skill Contest 2026 pun menjadi salah satu bagian dari strategi tersebut, dengan menggabungkan kompetisi, apresiasi, pengembangan kompetensi, dan semangat kolaborasi dalam satu kegiatan.
Pada akhirnya, keberhasilan layanan purnajual tidak hanya ditentukan oleh teknologi yang digunakan kendaraan, tetapi juga oleh kemampuan sumber daya manusia yang menangani kendaraan tersebut. Melalui peningkatan kompetensi teknisi secara berkelanjutan, Mercedes-Benz ingin memastikan standar layanan tetap terjaga sekaligus memberikan pengalaman pelanggan yang konsisten di seluruh Indonesia.

















